Investasi Bagi Kaum Milenial

Di zaman milenial ini kata investasi sudah semakin banyak digunakan dan terkadang menjadi terdengar berlebihan. Ada orang – orang yang berpendapat bahwa pendidikan, barang – barang elektronik, atau mobil yang mereka beli adalah sebuah investasi. Padahal investasi sih yang cocok untuk para kaum milenial? Agar investasi yang dilakukan, dapat memberikan dampak yang baik bagi masa depan. Pada pembahasan kali ini mari kita coba menyamakan pemahaman dan mempelajari jenis – jenis dasar dari investasi itu sendiri, diantaranya :

1. Investasi Emas atau Logam Mulia

Emas atau logam mulia merupakan salah satu investasi yang sedang banyak digemari di Indonesia. Kelebihan investasi pada emas antara lain emas merupakan aset likuid yang mudah dijual. Sedangkan risiko investasi emas antara lain sulit dalam penyimpanannya.

2. Investasi Bidang Properti

Properti, seperti rumah, apartemen dan ruko, khususnya di Indonesia, saat ini menunjukkan perkembangan harga yang luar biasa. Harga properti naik setiap tahunnya. Properti yang dimiliki dapat disewakan sehingga dapat memberikan penghasilan tambahan. Pada umumnya, investasi pada properti membutuhkan dana yang besar untuk memulainya. Oleh karena itu, investasi properti cocok bagi yang memiliki modal yang cukup besar.

3. Investasi Obligasi

Obligasi merupakan surat tanda bukti hutang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah. Mendapatkan kupon tetap dan keuntungan atas penjualan obligasi. Jika kita membeli obligasi dari pemerintah maka investasi bisa dikatakan tanpa risiko.

4. Investasi Saham

Memiliki saham berarti memiliki kepemilikan dalam suatu perusahaan. Keuntungan saham dapat dari dua sisi yaitu pembagian dividen dan gain dalam menjual saham. Kelebihan saham dibanding investasi lainnya ialah dapat memberikan return yang relatif tinggi. Akan tetapi memiliki resiko yang tinggi ada kemungkinan untuk rugi ketika berinvestasi saham. Investasi saham cocok bagi orang yang agresif, berpengalaman, serta memiliki pengetahuan yang cukup untuk menganalisa pergerakan harga saham.

5. Investasi Reksadana

Membeli reksa dana berarti berinvestasi di berbagai instrument investasi seperti saham, obligasi, dan deposito, melalui institusi yang profesional yang disebut dengan Manajer Investasi. Manajer Investasi mengumpulkan dana dari banyak investor untuk kemudian dikelola dananya dengan strategi khusus. Karena reksa dana menggabungkan dana investor satu dengan yang lainnya, artinya tidak perlu memulai berinvestasi reksa dana dengan dana yang besar.

Dalam menentukan investasi, kita harus pandai dalam membeli sesuatu yang tentunya akan mendukung produktivitas kita. Selain itu jangka investasi juga perlu diperhatikan, apakah itu jangka panjang atau jangka pendek. Dan informasi mengenai dunia investasi dan perkembangan yang ada di dunia perekenomian juga harus selalu ter-update dengan baik. Berikan waktu untuk menambah pengetahuan pada diri sendiri dengan membaca berita ataupun dari sumber lainnya. Sehingga dapat diketahui kelebihan atau kekurangan apa dari suatu investasi.

Hal yang terpenting dari investasi adalah jangan hanya berniat untuk melakukannya tapi harus diiringi dengan aksi nyata yaitu dengan menyisihkan uang dari penghasilan untuk diinvestasikan, karena terkadang orang mengira kalau investasi itu harus membutuhkan uang dengan jumlah besar. Padahal investasi itu mudah dan tidak memberatkan. Mulailah dari investasi yang kecil, pelajari apa kekurangan dan kelebihannya bagaimana sistem pada investasi tersebut berjalan, perlahan – lahan mulailah merangkak ke investasi yang lebih besar, seperti pepatah mengatakan sedikit demi sedikit lama – lama menjadi bukit.


Achmad Bermawi

Bertanggung jawab memimpin dan mengembangkan Indosurya Asset Management secara keseluruhan.

Comments

Us

Don’t Miss To Follow Us On Our Social Networks Official Accounts.